Sabtu, 07 April 2012

Resume B.Indonesia Pertemuan 2

TATA EJAAN DAN PILIHAN KATA

Ejaan : Seperangkat aturan/kaidah pelambangan bunyi bahasa, pemisahan, penggabungan dan penulisannya dalam suatu bahasa
Mengeja : kegiatan melafalkan huruf, suku kata, atau kata.

SEJARAH EJAAN DALAM BAHASA INDONESIA
1. Ejaan Van Ophuijsen à(1901 – 1947)  = Seorang guru besar Belanda & pemerhati bahasa Indonesia
2.Ejaan Republik (ejaan Suwandi) à (1947 – 1972) = Menteri PP dan K RI saat itu
3. Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) à 16 Agt. 1972 – sekarang)

PENULISAN UNSUR SERAPAN
* Unsur serapan diambil dari bahasa daerah dan bahasa asing
*  Berdasar integritasnya, unsur serapan dibagi menjadi:
a. Belum sepenuhnya terserap kedalam bahasa Indonesia, pengucapannya masih mengikuti cara asing.
Misal: reshuffle, shuttle cock
b. Pengucapan dan penulisannya disesuaikan dengan kaidah bahasa Indonesia
Misal:
haemoglobin menjadi hemoglobin
authentic menjadi autentik
colonel menjadi kolonel
central menjadi sentral
technique menjadi teknik


PILIHAN KATA/DIKSI
DIKSI
􀂄 Penggunaan kata dalam berbagai kesempatan harus memperhitungkan ketepatan dan kesesuaiannya.
􀂄 Tepatà makna, logika, maksud
􀂄 Sesuaià konteks social
Fungsi Diksi
􀂄 Melambangkan gagasan yang diekspresikan secara verbal.
􀂄 Membentuk gaya ekspresi yang tepat sehingga dapat diterima dengan tepat oleh pembaca.

MAKNA DENOTATIF & KONOTATIF
ô€‚„ Makna Denotatif :
Kata yang rujukannya tunggal atau makna kata yang sebenarnya, makna yang tidak memberikan peluang pada pembaca untuk memberikan makna tambahan.
Contoh:
Wajahnya cantikà menunjukkan paras/rupa Adik menggambar segitigaà menunjukkan bentuk segitiga
ô€‚„ Makna Konotatif
Makna yang mengandung asosiasi-asosiasi tambahan, makna yang tidak sebenarnya
Contoh :
Makna Denotatif & Konotatif
- Gol yang cantikà bola yang menggelinding dan sangat susah untuk ditebak oleh kiper

KATA UMUM & KHUSUS
􀂄 Kata umum/subordinat : acuannya lebih luas
Contoh : Ikan 􀃆 bermacam-macam jenis ikan
􀂄 Kata khusus/hiponim : acuannya lebih khusus
Contoh : lele, tuna􀃆 nama jenis ikan
􀂄 Semakin luas ruang lingkup suatu kata, maka makin umum sifatnya. Makin umum suatu kata, makin
terbuka kemungkinan salah dalam pemaknaannya.
􀂄 Mis: berjalan pelan, lebih umum dibanding berjalan perlahan-lahan

Kata Konkret & Abstrak
􀂄 Kata konkret : kata yang mudah diserap pancaindra
Contoh: meja, rumah, air, cantik, hangat, wangi, suara
􀂄 Kata Abstrak: Tidak mudah diserap pancaindra
Contoh: keinginan, angan-angan, perdamaian, kebahagiaan

Kata Penghubung Berpasangan
ô€‚„ Jarak antara Surabaya dengan Sidoarjo hanya 27 km.
ô€‚„ Ia tidak memerlukan hadiah uang, melainkan barang
ô€‚„ Baik anak ataupun cucu semua datang di pesta itu.
ô€‚„ Bukan aku yang tidak mau, tetapi dia yang tidak suka
ô€‚„ antara …. dan 
ô€‚„ tidak …, tetapi 
ô€‚„ baik ….maupun …..
ô€‚„ bukan …, melainkan …..

Sumber : suhandiah.ppt.bahasa indonesia

Resume B.Indonesia Pertemuan 1


KONSEP DASAR BAHASA INDONESIA
Dua cara berkomunikasi :
     1.       Secara verbal
Dilakukan menggunakan alat/media bahasa lisan & tulis. Aspek-aspek yang harus diperhatikan dalam komunikasi verbal antar lain kejelasan, nada bicara, volume, speed, pace, dan sebagainya. Jadi, komunikasi verbal bukan semata soal “apa” (what) yang kita katakan, tapi lebih dari itu juga soal “bagaimana” (how) kita mengatakannya.

     2.     Secara nonverbal
sebuah proses interaksi sosial antara dua atau lebih individu yang mencoba saling mempengaruhi dalam hal ide, sikap, pengetahuan, dan tingkah laku. Contoh komunikasi non verbal ialah menggunakan gerak isyarat, bahasa tubuh, ekspresi wajah dan kontak mata, penggunaan objek seperti pakaian, potongan rambut, dan sebagainya, simbol-simbol, serta cara berbicara seperti intonasi, penekanan, kualitas suara, gaya emosi, dan gaya berbicara.

Fungsi Bahasa
  •      Berkomunikasi
Bahasa sebagai sarana komunikasi mempunyaii fungsi utama  bahasa adalah bahwa komunikasi ialah penyampaian pesan atau makna oleh seseorang kepada orang lain. Keterikatan dan keterkaitan bahasa dengan manusia menyebabkan bahasa tidak tetap dan selalu berubah seiring perubahan kegaiatan manusia dalam kehidupannya di masyarakat. Perubahan bahasa dapat terjadi bukan hanya berupa pengembangan dan perluasan, melainkan berupa kemunduran sejalan dengan perubahan yang dialami masyarakat. Terutama pada penggunaan Fungsi komunikasi pada bahasa asing Sebagai contoh masyarakat Indonesia lebih sering menempel ungkapan “No Smoking” daripada “Dilarang Merokok”, “Stop” untuk “berhenti”, “Exit” untuk “keluar”, “Open House” untuk penerimaan tamu di rumah pada saat lebaran. Jadi bahasa sebagai alat komunikasi tidak hanya dengan satu bahasa melainkan banyak bahasa.
  • ·        Mengekspresikan diri
Mampu mengungkapkan gambaran,maksud ,gagasan, dan perasaan. Melalui bahasa kita dapat menyatakan secara terbuka segala sesuatu yang tersirat di dalam hati dan pikiran kita. Ada 2 unsur yang mendorong kita untuk mengekspresikan diri, yaitu:
- Agar menarik perhatian orang lain terhadap diri kita
- Keinginan untuk membebaskan diri kita dari semua tekanan emosi.
  • ·        Berintegrasi & beradaptasi sosial
Pada saat beradaptasi dilingkungan sosial, seseorang akan memilih bahasa yang digunakan tergantung situasi dan kondisi yang dihadapi. Seseorang akan menggunakan bahasa yang non standar pada saat berbicara dengan teman- teman dan menggunakan bahasa standar pada saat berbicara dengan orang tua atau yang dihormati. Dengan menguasai bahasa suatu bangsa memudahkan seseorang untuk berbaur dan menyesuaikan diri dengan bangsa.
  • ·        Kontrol sosial
Yang mempengaruhi sikap, tingkah laku, serta tutur kata seseorang. Kontrol sosial dapat diterapkan pada diri sendiri dan masyarakat, contohnya buku- buku pelajaran, ceramah agama, orasi ilmiah, mengikuti diskusi serta iklan layanan masyarakat.

Ragam Bahasa
·        Yaitu variasi bahasa yang pemakaiannya berbeda-beda menurut topik yang dibicarakan, menurut hubungan pembicara, lawan bicara, dan orang yang dibicarakan, serta menurut media pembicaraan.
·        Macam-macam ragam bahasa :
o  Ragam baku, adalah ragam bahasa yang oleh penuturnya dipandang sebagai ragam yang baik.
o   Ragam cakapan, adalah ragam bahasa yang dipakai apabila pembicara menganggap kawan bicara sebagai sesama, lebih muda, lebih rendah statusnya atau apabila topik pembicara bersifat tidak resmi.
o   Ragam hormat, adalah ragam bahasa yang dipakai apabila lawan bicara orang yang dihormati, misalnya orang tua dan atasan.
o   Ragam kasar, adalah ragam bahasa yang digunakan dalam pemakaian tidak resmi di kalangan orang yang saling mengenal.
o   Ragam lisan, adalah ragam bahasa yang diungkapkan melalui media lisan, terkait oleh ruang dan waktu sehingga situasi pengungkapan dapat membantu pemahaman.
o   Ragam resmi, adalah ragam bahasa yang dipakai dalam suasana resmi.
o   Ragam tulis, adalah ragam bahasa yang digunakan melalui media tulis, tidak terkait ruang dan waktu sehingga diperlukan kelengkapan struktur sampai pada sasaran secara visual.
o   Ragam bahasa pada bidang tertentu, seperti bahasa istilah hukum, bahasa sains, bahasa jurnalistik, dsb.
o   Ragam bahasa perorangan atau idiolek, seperti gaya bahasa mantan presiden Soeharto, gaya bahasa Benyamin s, dan lain sebagainya.
o   Ragam bahasa pada kelompok anggota masyarakat suatu wilayah atau dialek, seperti dialek bahasa Madura, Medan, Sunda, Bali, Jawa, dan lain sebagainya.
o   Ragam bahasa pada kelompok anggota masyarakat suatu golongan sosial, seperti ragam bahasa orang akademisi beda dengan ragam bahasa orang-orang jalanan.
·   Macam-macam ragam bahasa yang disebutkan diatas dapat dibedakan lagi menjadi sebagai berikut :
o   Berdasarkan pokok pembicaraan :
§  Ragam bahasa undang-undang
§  Ragam bahasa jurnalistik
§  Ragam bahasa ilmiah
§  Ragam bahasa sastra
o   Berdasarkan media pengantarnya
§  Ragam Lisan
§  Ragam tulis
o   Berdasarkan situasi pemakaiannya
§  Ragam formal
§  Ragam semiformal
§  Ragam nonformal
·        Beberapa faktor yang menyebabkan timbulnya keragaman bahasa, diantaranya :
o   Faktor Budaya atau letak Geografis
o   Faktor Ilmu pengetahuan
o   Faktor Sejarah

Laras Bahasa
·        Bahasa yang digunakan untuk suatu tujuan atau pada konteks sosial tertentu.
·        Berdasarkan menurut derajat keformalannya
o   beku (frozen)
o   resmi (formal)
o   konsultatif (consultative)
o   santai (casual)
o   akrab (intimate).
·        Macam-macam laras bahasa :
o   Laras ilmiah
o   Laras sastra (puisi, cerpen, novel, dll)
o   Laras jurnalistik (berita, editorial, iklan, dll)
o   Laras hukum
o   Laras kedokteran

Ciri Bahasa Indonesia dalam Penulisan Karya Ilmiah
  1. Jelas dan Lugas, Bahasa ilmu pengatahuan dan teknologi mempersyaratkan pengungkapan  yang lugas dan jelas.  Hal itu dapat direalisasikan jika setiap gagasan diungkapkan secara langsung. 
  2. Formal, Penggunaan bahasa dalam karangan ilmiah merupakan komunikasi formal. Oleh karena itu, unsur-unsur bahasa yang digunakan dalam karangan ilmiah adalah unsur-unsur bahasa yang berlaku dalam situasi formal atau resmi.
  3. Ringkas, Ciri ringkas dalam penulisan  karya ilmiah direalisasikan dengan tidak adanya unsur-unsur bahasa yang tidak diperlukan.
  4.  Konsisten, Unsur-unsur bahasa, ejaan, dan tanda baca dalam penulisan karya ilmiah digunakan secara konsisten.
  5. Objektif, Bahasa dalam penulisan karya ilmiah merupakan alat pengungkap gagasan yang objektif.
  6.  Lengkap, Bahasa ilmu pengatahuan dan teknologi tidak membiarkan pembaca bertanya-tanya tentang maksud suatu pernyataan.
  7.  Sederhana, Bahasa ilmu pengetahuan dan teknollogi ditandai dengan kosakata yang tidak bermuluk-muluk dan sintaksis yang tidak berbelit-belit.
  8. Mengandung kesatuan dan keutuhan, yang dapat dilihat dari hubungan yang baik dan logis antara bagian-bagian karangan , sehingga keseluruhan hubungan yang baik dan logis itu tetap tampak.
  9. Keruntunan, yang berarti adanya keterpautan makna di dalam suatu karya tulis.
  10. Menggunakan istilah teknis, Bahasa karya ilmiah digunakan dalam wacana teknis. Wacana teknis itu digunakan dalam bidang keilmuan tertentu. Dalam bidang keuangan, misalnya, debitur, kreditur, suku bunga, dan sebagainya. Dalam bidang medis dijumpai istilah-istilah sesar, urine, katarak, asma, ovum, dan sebagainya.

Bahasa Indonesia Yang Baik dan Benar
  • Adalah bahasa yang maknanya dapat dipahami dan sesuai dengan situasi pemakainya serta tidak menyimpang dari kaidah yang telah dibakukan.
·        Contoh Bahasa Indonesia yang baik dan benar :
1. Dosen memberi tahu info kepada mahasiswa
2. Paman mengendarai mobil kesayangannya
3. Adik ke sekolah menggunakan sepeda
4. Ari menjatuhkan sesuatu ke tempat sampah
5. Ibu berangkat ke Bandung


    Sumber :
  •      http://vhi3y4.wordpress.com/2010/02/27/contoh-menggunakan-bahasa-indonesia-secara-baik-dan-benar/
  •      http://id.wikipedia.org/wiki/Karya_ilmiah
  •      http://id.shvoong.com/humanities/linguistics/2217598-fungsi-bahasa/

Minggu, 06 November 2011

Resume SIA Pertemuan 5

Riko Dwi Christian
DIII - Manajemen Informatika

SIKLUS PENDAPATAN

Siklus pendapatan perusahaan ataupun badan usaha lain terdiri dari hasil Penjualan dan Penerimaan Kas .
Siklus Pendapatan adalah aktivitas bisnis yang berulang dan operasi pemrosesan informasi terkait dengan penyediaan barang dan jasa kepada konsumen serta pengumpulan kas atas pembayaran dari penjualan tersebut.
Aktivitas bisnis siklus pendapatan terdiri dari:
1. Entri pesanan penjualan
Entri pesanan penjualan terdiri atas tiga tahapan:
    • Menerima pesanan konsumen
    • Pengecekan dan persetujuan kredit konsumen
    • Pengecekan ketersediaan persediaan
Bagaimanapun pesanan konsumen diterima, edit checks berikut dibutuhkan:
    • Validity checks
    • Completeness test
    • Reasonableness tests
    • Persetujuan Kredit:
      • Otorisasi umum
      • Limit kredit
      • Otorisasi khusus:
Ø Limit checks
2. Pengiriman
- Penyiapan pesanan konsumen dan pengiriman barang terdiri atas 2 tahapan :
Ø Pengambilan dan pengepakan pesanan
Ø Pengiriman pesanan
- Pekerja gudang bertanggunjawab untuk memenuhi pesanan konsumen dengan menghilangkan barang dari persediaan
- Keputusan kunci dan kebutuhan informasi:
Ø Penentuan metode pengiriman:
1. in-house
2. outsource
3. Penagihan dan Piutang
Aktivitas dilakukan pada tahap siklus penerimaan ini:
-Penagihan konsumen
-Memelihara rekening konsumen
Keputusan kunci dan kebutuhan informasi:
§ Penagihan yang akurat
o Jenis sistem penagihan:
Ø Pada sistem postbilling, taghian disiapkan setelah konfirmasi bahwa barang sudah dikirimkan
Ø Dalam sistem prebilling, tagihan disiapkan (tapi tidak dikirim) saat pesanan disetujui.
o Persediaan, piutang, dan buku besar diupdate pada tahap ini.
· Metode memelihara piutang:
o Metode open invoice
o Metode balance-forward
· Untuk mendapatkan alur yang lebih seragam atas penerimaan kas, banyak perusahaan menggunakan proses disebut cycle billing.
4. Pengumpulan kas
Langkah ini melibatkan:
    1. Penanganan kiriman uang dari konsumen
    2. Depositokan kiriman uang tsb ke bank
Area yang terlibat dalam aktivitas ini :
    1. Kasir
    2. Fungsi Piutang
Keputusan kunci dan kebutuhan informasi:
    1. Penurunan pencurian kas.
    2. Fungsi piutang/penagihan tidak boleh punya akses secara fisik pada kas atau cek
    3. Fungsi piutang harus dapat mengidentifikasi sumber dari berbagai kiriman uang dan tagihan yang harus dikredit
Keputusan Penting dalam Siklus Penerimaan
Tujuan utama siklus penerimaan adalah menyediakan produk yang tepat pada tempat yang tepat pada waktu yang tepat dan pada harga yang tepat.
Untuk mencapai tujuan utama siklus penerimaan, manajemen harus memutuskan keputusan penting berikut :
Sampai sejauh mana dan haruskah produk disesuaikan dengan kebutuhan dan keinginan konsumen tertentu?
Berapa banyak persediaan yang harus tersedia, dan dimana persediaan itu harus ditempatkan?
Bagaimana barang dikirimkan kepada konsumen? Haruskah perusahaan melakukan fungsi pengiriman sendiri atau outsource kepada pihak ketiga yang khusus menangani logistik?
Pengendalian: Tujuan,Ancaman, dan Prosedur
Fungsi kedua dari SIA yang baik adalah menyediakan pengendalian yang cukup untuk memastikan bahwa tujuan berikut tercapai :
Transaksi diotorisasi dengan benar.
Transaksi yang dicatat adalah benar.
Valid, transaksi yang diotorisasi dicatat.
Transaksi dicatat dengan akurat
Aset (kas, persediaan, dan data) diamankan dari kehilangan atau pencurian.
Aktivitas bisnis dilakukan dengan efisien dan efektif

Ancaman dan Prosedur Pengendalian pada ENTRY PESANAN PENJUALAN

Ancaman dan Prosedur Pengendalian pada PENGIRIMAN

Ancaman dan Prosedur Pengendalian pada PENAGIHAN DAN PIUTANG

Ancaman dan Prosedur Pengendalian pada PENGUMPULAN KAS


Ancaman dan Prosedur Pengendalian pada PENGENDALIAN UMUM
 

Resume SIA Pertemuan 6

SIKLUS PENGELUARAN

TUJUAN SIKLUS PENGELUARAN.


Tujuan siklus pengeluaran adalah memudahkan pertukaran kas dengan pemasok barang atau jasa perusahaan yang tujuannya adalah:

1.      Menjamin bahwa semua barang dan jasa yang dipesan sesuai dengan yang dibutuhkan.
2.      Menerima semua barang yang di pesan dan memastikan bahwa barang yang diterima dalam kondisi baik.
3.      Mengamankan barang hingga dibutuhkan.
4.      Menentukan faktur yang berkaitan dengan barang dan jasa yang benar.
5.      Mencatat dan mengklasifikasi pengeluaran dengan tepat.
6.      Mengirimkan uang ke pemasok yang tepat.
7.      Menjamin pengeluaran kas berkaitan dengan pengeluaran yang telah diijinkan.
8.      Mencatat dan mengklasifikasikan pengeluaran kas.

MANEJEMEN PERSEDIAAN.
Tujuan fungsi manajemen persediaan adalah mengelola persediaan barang dimana perusahaan dapat menjual kembali barang tersebut. Fungsi distribusi dapat dimasukkan dalam fungsi ini atau mungkin di masukkan ke dalam fungsi pemasaran. Manejemen persediaan juga termasuk pembelian, penerimaan, penyimpanan. Pembelian berfokus pada pembelian pemasok untuk barang dan jasa yang diinginkan. Penerimaan bertanggungjawab hanya pada barang yang dipesan.

INPUT DATA
            Sumber data adalah catatan lalu dari kepala departemen, pembeli, pemasok, departemen produksi dan lainnya. Formulir yang dibutuhkan oleh aktivitas pengeluaran yaitu :
1.      Permintaan pembelian
2.      Order pembeliaan
3.      Laporan penerimaan
4.      Faktor pemasokr penggeluaran
5.      Cek penggeluaran
6.      Memorandum debit
7.      Formulir pemasok
8.      Request for proposal

PENGOLAHAN DATA
            Berikut ini prosedur pemprosesan pengeluaran kas. Bangaimanapun system informasi akuntansi tidaklah identik dengan keharusan menggunakan komputer sebagai pemproses. Dalam prosedur pembelian tahapan yang dilakukan yaitu :

1.   Penentuaan barang yang dipesan. Dalam bagian ini gudang mengecek apakah barang
yang tersedia telah melewati batas titik pemesanan kembali. Apabila ada item yang perlu dipesan maka daftarkan dalam formulir barang yang telah disipkan.

2.    Penyiapkan order pembelian. Apabila barang yang dibeli tidak cocok maka pembeli memilih pemasok yang paling cocok dan siap order pembelian.

3.    Penerimaan barang yang dipesan. Ketika barang dipesan dating sesuai tidak dengan pesanandan barang yang dating harus sesuai dengan pesanan.

4.    Penerimaan faktur dari pemasok. Jika faktur dari pemasok tiba maka yang menangani adalah departemen pembelian.

            Dalam prosedur pengeluaran kas, aktiva yang dilakukan adalah menyiapkan vocer utang yang belum dibayar, pembuatan cek, penandatanganan cek, memproses pencatatan penggeluaran kas dan posting nilai kas.

OUTPUT INFORMASI

Daftar dan operasional yang dihasilkan yaitu :

1.      Faktur yang berfungsi sebagai daftar faktur yang diterima dari pemasok.
2.      Register cek yakni daftar cek yang telah dikeluarkan.
3.       Laporan pembelian yang memberi informasi.
4.      Laporan faktur pembelian.
5.      Laporan status persediaan yang berisikan jumlah barang yang diterima, dikirim dan berada digudang..
6.      Laporan pengiriman yang lewat waktu.


LAPORAN MANEJERIAL TERJADWAL.

Laporan ini biasanya diperlukan oleh manejer. Diantara laporan manejerial terjadwal yang dibuat adalah:
1.      Dafatr umur piutang,
2.      Laporan factor-faktor penting.
3.      Analisis penjualan.
4.      Laporan arus kas yang menunjukkan sumber pandanaan kas.

LAPORAN MANAJERIAL SESUAI PERMINTAAN.
            Laporan ini adalah laporan yang bersifat informasi dan terencana. Laporan yang terisikan informasi yang berkaitan dengan pengendalian keputusan yang dibuat berdasarkan kebutuhan.

PENGENDALIAN INTERN.
Tujuan pengendalian yang utama yaitu:
1.      Semua pemberian kredit yang diberikan kepada konsumen yang layak.
2.      Semua pengirimen barang dan jasa dilakukan tepat waktu sesuai perjanjian.
3.      Semua barang yang dikirim diotorisasi dan ditagih secara akurat dalam periode akuntansi yang sesuai.
4.      Semua sales returns dan allowances dan dicatat dengan benar.
5.      Semua penerimaan kas dicatat secara lengkap dan akurat.
6.      Semua posting dilakukan dengan tepat.
7.      Semua catatan akuntansi, sediaan dan kas adalah aman.

PENGENDALIAN UMUM.

Pengendalian umum dalam siklus pendapatan dapat dikelompokkan sebagai berikut:
1. Pengendalian organisasional.
2. Dokumentasi pengendalian.
3. Pengendalian akuntabilitas aktiva.
4. Pengendalian praktek manajemen.

Pengendalian operasi pusat data.
1. Pengendalian otorisasi.
2. Pengendalian akses.

PENGENDALIAN APLIKASI
Tiga kelompok pengendalian aplikasi yaitu:
1. Pengendalian input.
2. Pengendalian proses.
3. Pengendalian output.

SIKLUS PENGELUARAN.
Tujuan system pengeluaran yaitu:
1. Menjamin barang dan jasa yang dipesan sesuai dengan yang dibutuhkan.
2. Menerima barang dalam kondisi baik.
3. Mengamankan barang hingga dibutuhkan.
4. Menentukan faktur yang berkaitan barang dan jasa dengan benar.
5. Mencatat dan mengklasifikasikan pengeluaran dengan tepat.
6. Mengirimkan uang ke pemasosk yang tepat.
7. Menjamin semua pengeluaran kas berkaitan dengan pengeluaran yang telah diijinkan.
8. Mencatat dan mengklasifikasikan pengeluaran kas dengan tepat dan akurat.

MANEJEMEN PERSEDIAAN.

            Tujuan fungsi manajemen persediaan adalah mengelola persediaan barang dimana perusahaan dapat menjual kembali barang tersebut. Fungsi distribusi dapat dimsukkan ke dalam fungsi pemasaran atau distribusi. Disamping pertanggung jawaban dalam hal perencanaan, manejemen persediaan juga termasuk pembelian, penerimaan dan penyimpanan. Pembelian berfokus pada pemilihan pemasok untuk barang dan jasa yang diinginkan. Penerima bertanggung jawab hanya pada barang yang dipesan, menguji kuantitas dan kondisi barang dan memindahkan barang ke gudang.

            Tujuan manejemen keuangan dan akuntansi berkaitan dengan dana, data, informasi, perencanaan dan pengawasan terhadap sumber daya. Berkaitan dengan siklus pengeluaran, tujuannya di batasi dengan perencanaan dan pengawasan kas, mendata hal-hal yang berkaitan dengan pembelian dan pemasok.


Riko Dwi Christian
DIII - Manajemen Informatika